Showing posts with label Hiburan. Show all posts
Showing posts with label Hiburan. Show all posts

Thursday, July 22, 2010

Lutut Keras Tulang Besi


Lagu nyanyian Matyeh ini mengambarkan seseorang yang malas berusaha dalam bekerja dan juga menuntut ilmu agama.

Wednesday, February 10, 2010

WAHAI INSAN

Salam. Kehidupan kita sehari-hari tidak boleh lepas dari kesalahan dan dosa. Kadang - kadang kita tidak menyedari akan kesalahan yang kita lakukan itu. Oleh itu kita perlu kepada nasihat daripada seseorang, tak kiralah dari sesiapapun yang penting nasihat itu adalah nasihat yang berguna. Semoga dengan nasihat itu kita dapat menyedari segala dosa kita agar kita tidak lalai dalam menghadapi liku -liku hidup kita yang penuh dengan warna warni ini. Jadi, sebagai satu nasihat, ana sediakan di bawah satu lirik lagu yang agak memberi kesan yang mendalam bagi orang yang merasainya. Petikan lirik lagu " Wahai Insan" sangat-sangat sesuai untuk kita jadikan pedoman dan nasihat untuk kita kembali menginsafi diri kita yang penuh dengan kedhaifan ini sebelum kita kembali menemui Allah.


Wahai insan ingatlah kamu
Hidup di dunia tiada abadi
Sebelum terlambat sedarlah diri
Buatlah amal sebelum mati

Ingatlah siksa api neraka
Hawanya panas tiada terkira
Jikalau dirimu leka durhaka
Tentulah nanti akan tersiksa

Ingat dan waspada wahai manusia
Menempuh hidup banyak dugaan
Iman dan takwa letaknya dijiwa
Bahgia hidup sepanjang masa




Nyanyian Kumpulan Hijjaz

Saturday, January 23, 2010

Sangkakala


SANGKAKALA- HALIM YAZID.

Salam. Best jugak dengar lagu yang bertajuk sangkakala ni. Nyanyian dikir oleh Halim Yazid yang popular dengan lagu "anak tupai". Lagu yang dimuatkan dalam album inovasi ini memberi gambaran kepada kita tentang keadaan huru-hara dan kedahsyatan yang berlaku semasa penghujung umur dunia yang mana semua kekayaan atau pun harta benda dan anak pinak sudah tidak berguna lagi ketika itu kerana masing-masing ingin menyelamatkan diri. Pada hari itu semua planet termasuk bumi berlanggaran antara satu sama lain. Ini merupakan janji tuhan yang pasti berlaku. Sama-samalah kita bermuhasabah diri. Hayatilah lagu dan liriknya yang penuh dengan nasihat dan pengajaran ini.


Tengah mengilai suka suka
Ore di kedai lari rata
Anak kuba sakit mata
Bukit bukau pun jadi rata

Bulan berlaga dengan matahari
Bintang berjuta jatuh ke mari
Bumi kita apa dah jadi
Agak demo kemana nak lari

Ore kaya ore sesok
Kena belaka tokleh nak elak
Harta ada pun jadi takdok
Anak di riba selerok tarok
Toksoh dok hiba jerit mengisak
Dosa dengan pahala hok mana mu banyak

Janji tuhan tetap tiba
Dalam Quran ada nyata
Bunyi tiupan sangkakala
Hari kemudian pasti ada


DENGARKAN LAGU SANGKAKALA DI SINI.

Sunday, January 17, 2010

BERITA KEPADA KAWAN

Membahayakan Tauhid, Lagu Ebiet G Ade “Berita Kepada Kawan



Setiap kali terjadi bencana di tanah air, lagu Ebiet G Ade yang berjudul “Berita Kepada Kawan” sering diputar di stasiun-stasiun televisi menjadi background music. Aku pun suka lagu itu. Kalau gitaran, lagu “Berita Kepada Kawan” biasa aku mainkan.
Tapi, lama kelamaan menyanyikan lagu itu, rasa-rasanya kok ada yang gak enak di perasaan. Hmmmpf….. Kenapa ya? Musiknya bagus, liriknya juga menyentuh perasaan. Apa ada yang nggak tepat… Coba kita simak dulu syairnya :

“Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap kering rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika kutanya mengapa
Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita

Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
 Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.”


Ternyata memang ada sebaris kalimat yang mengganggu, menyinggung lingkup ketauhidan.
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa”.

Siapa Ebiet dan apa yang dimaksud dengan Tuhan (T huruf besar) dalam lagu itu? Apa agama yang dianut Kang Ebiet?
Baiklah kita kerucutkan bahwa Kang Ebiet beragama Islam dan yang dimaksud dengan kata Tuhan itu adalah Allah Ta’ala. Kalau ternyata Ebiet G Ade tidak beragama Islam, tidak perlu dibahas lebih lanjut dan dianjurkan untuk tidak lagi ikut menyanyikan lagu itu dengan perasaan yang tertuju pada “Tuhan”. Alias tidak ikut-ikut.
Kenapa menyinggung lingkup ketauhidan? Sayangnya aku bukan ahli hadist, bukan ahli tafsir, bukan ahli fiqh. Kalau aku ahli-ahli itu semua dan perasaan ketauhidanku terganggu dengan kalimat itu tentu aku bisa mencari dalil-dalil yang berkaitan, atau kaidah-kaidah fiqiyyah yang bersinggungan dengan pelanggaran ketauhidan..
Sifat Allah Ta’ala yang mukhal diantaranya adalah bosan. Tidak mungkin Allah punya sifat bosan. Dalam lagu itu ada kata “mungkin”, yang jelas diartikan mengandung dua jawaban, yaitu mungkin iya dan mungkin tidak. Dikaitkan dengan kalimat-kalimat syair sebelumnya, berarti Allah Ta’ala menciptakan bencana karena mungkin bosan melihat tingkah laku makhluk-Nya yang bangga dengan dosa-dosa. Disinilah letak ketersinggungan tauhid. Tuhan (Allah Ta’ala) tidak mungkin dan sekali lagi tidak mungkin bosan, sampai-sampai karena kebosanan-Nya itu kemudian membuat bencana untuk makhluknya yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa.
Lagu itu memungkinkan Tuhan (Allah Ta’ala) bosan !!!
Kadang kita memang berlebihan mempersonifikasikan Tuhan sama dengan manusia. Ungkapan kecintaan lewat syair, tapi tidak ada kehati-hatian bahwa syair kita telah menyinggung sifat dan kesempurnaan Tuhan.
Dulu pernah ada lagu yang dilarang, karena ada kalimat “Takdir memang kejam”. Dengan bermacam dasar ketauhidan pula lagu itu dilarang kalau kalimatnya tidak diganti. Tapi kenapa lagu Ebiet G Ade dengan judul “Berita kepada kawan” ini tidak dilarang, padahal juga menyinggung ketauhidan?? Ataukah aku yang salah mengapresiasi???

KALENDAR

BASAHI LIDAHMU DENGAN MENYEBUT NAMA- NAMA ALLAH